Nah, disaat kekacauan melanda dunia, dan krisis serta bencana punya potensi mengancam kita, naluri ‘survival’ kita perlu kita asah dan pertajam. Jerry White, adalah salah satu co-founder dari organisasi Survivors Corps, pernah merasakan hidupnya dalam ‘chaos’, ketika mengalami perubahan drastis ketika pada tahun 1984 dimana ia kehilangan kakinya terkena ranjau darat.
Sejak saat itu ia mencoba untuk tetap ‘survive’ dan menjadi aktifis yang sangat aktif menyebarkan pesan dan semangat berjuang hidup. Pada tahun 1997 ia bersama Jody Williams mendapatkan Penghargaan Nobel, dan menulis sebuah buku tentang tekhnik survival yang berjdul – “I WILL NOT BE BROKEN”. Didalam buku ini, Jerry menuliskan lima langkah strategis untuk bisa tetap ‘survive’.
Yang pertama adalah – Face Facts ! – Setiap kali terjadi krisis atau masalah, kebanyakan dari kita kadang mencoba untuk berpura-pura positif, menganggap remeh, dan takut mengakui keadaan sesungguhnya. Kita jarang sekali bisa jujur 100% dan mau serius mengakui kegawatan dari situasi krisis itu.
Lihat saja, kejadian disekeliling kita dalam 3 bulan terakhir ini. Masih banyak orang yang meremehkan situasi krisis ekonomi global ini. Istilah keren-nya ‘in-denial’ ! Sebaliknya terkadang kita juga ‘overacting’ dan berlaku berlebihan dalam menghadapi situasi. Selayaknya kita mundur dua langkah, saking ‘overacting’-nya kita, malah sudah mundur sampai 100 langkah.
Sikap berlebihan ini juga berbahaya. Karena sangat negatif. Yang benar, hadapilah situasi dengan kepala dingin, dan penuh realitas. Langkah pertama ini merupakan langkah strategis yang disebut ‘assesment’ atau langkah mengambil ancang-ancang. Satu langkah untuk menganalisa situasi kita terkini. Dan kalau anda menonton film action seperti Star Trek misalnya, setiap kali kapal Kapten Kirk – Enterprise – diserang musuh, dan mengalami goncangan, sesudahnya ia selalu minta ‘damage report’.
Nah, menghadapi krisis saat ini, anda juga harus punya ‘damage report’ yang sangat akurat. Baru anda bisa menentukan langkah berikutnya !
Choose life, not death – itulah strategi kedua dari Jerry White. Survival adalah pilihan. Sama dengan sembuh dari penyakit. Saya menyadari ini dari pengalaman ayah saya melawan penyakit stroke selama lebih dari 10 tahun. Bagaimana beliau survive dari satu serangan ke serangan berikutnya. Pilihan beliau untuk tetap hidup, menjadi penentu semangat berjuang menuju kesembuhan.
Saya menyaksikan hal yang sama dalam bisnis. Banyak perusahaan yang gagal bertahan selama krisis dan bangkrut, karena semata-mata mereka tidak memiliki skenario ini. Dan punya pilihan jelas untuk tetap bertahan dan hidup. Seorang teman yang memiliki pabrik minuman bercerita, bahwa ketika krisis ekonomi tahun 1998, yang ia lakukan adalah menghitung titik terendah yang memungkinkan perusahaan-nya tetap hidup. Ia menghitung dengan seksama penjualan terendah yang mungkin ia capai selama krisis.



